Jumat, 07 Januari 2011

permasalahan pendidikan

BAB I

PENDAHULUAN

Pendidikan sangat penting bagi kita, pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan tantangan-tantangan baru, yang sebagiannya sering tidak dapat diramalkan sebelumnya. Sebagai konsekuensi logis, pendidikan selalu dihadapkan pada masalah-masalah baru. Masalah yang dihadapi dunia pendidikan itu demikian luas, Sehingga kita perlu ada pemecahan masalah. Pada makalah ini akan dibahas permasalahan-permasalahan pendidikan yang meliputi: masalah Pemerataan pendidikan, mutu pendidikan, efisiensi pendidikan dan relevansi pendidikan.


BAB II

PEMBAHASAN

1. Masalah Pemerataan Pendidikan

Pemerataan pendidikan ialah persoalan yang terkait dengan system pelaksanaan system pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga Negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia dalam menunjang pembangunan suatu bangsa.

Masalah ini timbul apabila masih banyak warga Negara warga Negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat ditampung dalam system atau lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia. Padahal dalam undang-undang No.04 Tahun 1950 berbunyi “Tiap-tiap warga Negara Republik Indonesia mempunyai hak yang sama untuk diterima menjadi murid suatu sekolah jika syarat-syarat yang ditetapkan untuk pendidikan dan pengajaran pada sekolah itu dipenuhi”.

Oleh karena itu, perlu penyediaan faislitas yang memadai. Untuk menangani masalah ini, pemerintah memang sudah melangkah dengan mengusahakan bebas SPP bagi anak-anak SD.selain itu pemerintah juga telah mendirikan SD kecil, sekolah pamong, SMP terbuka, SMA terbuka, dsan universitas terbuka yang kesemuanya itu adalah upaya untuk mengatasi masalah pemerataan pendidikan.

Tujuan pemerataan pendidikan ini adalah menyiapkan masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan bangsa, oleh karena itu setelah pemerataan pendidikan terpenuhi, selanjutnya adalah peningkatan mutu pendidikan.

2. Masalah Mutu Pendidikan

Keberhasilan pembangunan suatu Negara ditentukan oleh keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas, yang dihasilkan antara lain juga melewati pendidikan yang berkualitas.

Mutu pendidikan dipermaslahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang diharapkan. Penetapan mutu hasil pendidikan pertama dilakukan oleh lembaga penghasil sebagai produsen tenaga terhadap calon kerja penilaian dilakukan oleh lembaga pemakai sebagai konsumen tenaga dengan system tes untuk kerja (performance test).

Jadi mutu pendidikan pada akhirnya dilihat pada kualitas keluaranya. Jika tujuan pendidikan nasional dijadikan criteria, maka pertanyaanya adalah: Apakah keluaran dari suatu system pendidikan menjadikan pribadi yang bertakwa, mandiri dan berkarya,anggota masyarakat yang social dan bertanggung jawab, warga negara yang cinta kepada tanah air dan memiliki rasa kesetiakawanan social. Dengan kata lain apakah keluaran itu mewujudkan diri sebagai manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya dan membangun lingkungannya. Kualitas seperti itu disebut nurturant effect.

Masalah mutu pendidikan juga mencakup masalah pemeratan mutu. Di dalam Tap MPR RI 1988 tentang GBHN dinyatakan bahwa titik berat pembangunan pendidikan diletakkan pada peningkatan mutu setiap jenjang dan jenis pendidikan. Umumnya kondisi mutu pendidikan di seluruh tanah air menunjukkan bahwa di daerah pedesaan utamanya di daerah terpencil lebih rendah daripada daerah perkotaan.

Intinya, mutu pendidikan adalah disebabkan karena kurangnya dana,kurangnya jumlah guru,kurangnya profesionalisme guru. kurangnya fasilitas pendidikan yang sudah tentu akan mempengaruhi merosotnya mutu pendidikan.

Oleh karena itu,Upaya pemecahan masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya meliputi hal-hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak, prsonalia, dan manajemen sebagai berikut:

Ø Seleksi yang lebih rasional terhadap masukan mentah, khusunya untuk SLTA dan PT

Ø Pengembangan kemampuan tenag kerja kependidikan melalui studi lanjut, misalnya berupa pelatihan, penataran, seminar, kegiatan-kegiatan kelompok studi seperti PKG dll.

Ø Penyempurnaan kurikulum

Ø Pengembangan prasarana yang menciptakan lingkungan tentram untuk belajar

Ø Penyempurnaan sarana belajar seperti buku paket, media pembelajaran dan peralatan laboratorium

Ø Peningkatan administrasi manajemen khususnya yang mengenai anggaran

Ø Kegiatan pengendalian mutu yang berupa :

- Laporan penyelenggaraan pendidikan oleh semua lembaga pendidikan

- Suprvisi dan monitoring pendidikan oleh pemilik dan pengawas

- Sistem ujian nasional/ Negara seperti Ebtanas, UMPTN

- Akreditasi terhadap lembaga pendidikan untuk menetapkan status suatu lembaga

Selain itu juga dalam mengatasi masalah pendidikan pemerintah telah berusaha meningkatkan kemampuan guru lewat penataran-penataran, sertifikasi, menambah fasilitas, menambah dana pendidikan,mencari system mengajar yang tepat guna, dan system evaluasi yang baik.

3. Masalah Efisiensi Pendidikan

Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu system pendidikan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika penggunaanya hemat dan tepatsasaran dikatakan efisiensinya tinggi. Jika terjadi yang sebaliknya, efisiensinya berarti rendah.

Pendidikan dikatakan efisien apabila hasil yang dicapai maksimal, dengan biaya yang wajar, karena biaya merupakan ukuran efisiensi dalam proses pendidikan terutama apabila dalam proses pendidikan dapat menghasilkan output pendidikan dengan biaya yang efisien.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam meningkatkan efisiensi pendidikan adalah:

- Pemerataan kesempatan memasuki sekolah.

- Pemerataan untuk bertahan di sekolah.

- Pemerataan kesempatan untuk memperoleh keberhasilan dalam belajar .

- Pemerataan kesempatan menikmati manfaat pendidikan dalam kehidupan masyarakat

4. Masalah relevansi pendidikan

Relevansi pendidikan adalah kesesuaian program pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dengan kebutuhan masyarakat. Apa yang di hasilkan oleh lembaga pendidikan dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat atau tepat guna.

Umumnya yang terjadi saat ini adalah luaran yang diproduksi oleh lembaga pendidikan yang menyiapkan tenaga kerja jumlahnya secara kumulatif lebih besar daripada yang dibutuhkan di lapangan, dan sebaliknya ada jenis-jenis tenaga kerja yang dibutuhkan dilapangan, tetapi tenaga kerjanya tidak ada.

Selain itu juga masalah kesesuaian materi pendidikan. Kurang sesuainya materi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat telah diatasi dengan menyusun kurikulum baru dan selalu diperbaharui.

BAB III

KESIMPULAN

Masalah-masalah dalam pendidikan diantaranya adalah:

* Masalah pemerataan pendidikan. Pendidikan tak menyeluruh disemua tempat dan kebanyakan ditempat-tempat yang terpencil dan jarang penduduk masih langka dalam masalah pendidikan . selain itu disebabkan karena fasilitas dan daya tampung yang tak memadahi.

* Masalah mutu pendidikan. Disebabkan karena kurangnya dana, kurangnya jumlah guru, kurangnya fasilitas pendidikan yang tentunya sangat mempengaruhi mutu pendidikan. Mutu pendidikan antara daerah perkotaan dan daerah pedalaman atau pelosok desa tentunya berbeda.

* Masalah efisiensi pendidikan. Mempersoalkan bagaiamana suatu system pendidikan mempergunakan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisiensinya tinggi, jika sebaliknya, berarti efisiensinya rendah.

* Masalah relevansi pendidikan. Kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.dan selama ini masuh banyak terjadi penyiapan tenaga kerja yang tak sesuai dengan lapangan atau kondisi yang dibutuhkan.

DAFTAR PUSTAKA

ü Ekosusilo,madyo dan RB,Kasihadi.1993.Dasar-dasar pendidikan.Semarang:Effhar publishing

ü Hand out mata kuliyah dasar-dasar pendidikan

ü http://koran pendidikan online.permasalahan pendidikan.06 oktober 2009

ü Tirtaharja,Umar dan S.L.la sulo.2005.Pengantar pendidikan.Solo:Rineka cipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

your comment..